Knalpot racing Yamaha vixion

knalpot racing, TDR, komparasi, modifikasi

knalpot TDR

Part performance yang sering diganti pengendara adalah knalpot atau lebih sering disebut knalpot racing. Knalpot racing ini merupakan salah satu pilihan utama seseorang untuk menambah tenaga dan juga memperbaiki penampilan. Oleh Karena itu sangat logis bila knalpot racing ini merupakan best seller dalam hal penjualan part performace untuk sebuah motor. kali ini seperti yang saya kutip di tabloid otomotif, adanya komparasi knalpot racing pada Yamaha vixion. Komparasi ini melibatkan 3 knalpot racing yang ada di pasaran yaitu knalpot dengan merek TDR, AHRS F4, kemudian CLD. Masing-masing akan dipasang pada Yamaha vixion dengan kondisi standar dengan setelan CO +1. Motor tersebut akan menjalani tes di mesin dynotes pada sportisi motorsport

knalpot racing, AHRS F4, knalpot

knalpot AHRS F4

Untuk pertama kali tentu dihitung tenaga sebelum knalpot tersebut dipasang, saat standar tenaga yang dihasilkan adalah 13,57 dk, sementara torsi didapat 12,33 Nm. Untuk selanjutnya dipasang knalpot TDR, cara memasangnya cukup mudah Karena sistemnya adalah plug and play  hasilnya adalah tenaga maksimum mencapai 13,39 dk, sedangkan torsi mencapai 12,70 Nm. Karakternya adalah putaran bawah naik sementara pada putaran atas cenderung turun.

 

Setelah knalpot TDR dilepas maka selanjutnya pengetesan terhadap CLD, secara tampilan serba krom, dan lebih kokoh dengan adanya las cacing. Setelah dipasang langsung dijalankan di mesin dyno maka akan didapat tenaga maksimum naik menjadi 13,87 dk, kemudian torsi 12,33 Nm. Untuk kharakter mulai putaran bawah dan menengah terdapat lonjakan torsi tetapi pada putaran atas cenderung rata.

knalpot CLD, yamaha vixion, knalpot racing

knalpot CLD

Knalpot yang terakhir adalah knalpot AHRS F4, knalpot ini langsung dipasang kemudian didapat hasil dari mesin dyno tersebut adalah kenaikan tenaga sebesar 13, 64 dk dengan torsi tertinggi sebesar 12,62 Nm. Karakter knalpot ini adalah putaran tengah dan atas meningkat sedangkan putaran bawah cenderung biasa. Setelah melihat tes masing-masing knalpot, pilihan kembali ketangan masing-masing untuk memilih knalpot yang sesuai dengan kharakter yang diinginkan.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>