Kombinasi part racing vixion dengan piggy back koso dan knalpot stanlee

yamaha vixion,motor yamaha vixion, modifikasi, part racing

yamaha vixion

motor vixion merupakan motor yang merajai penjualan untuk kategori motor sport, sesuai hukum alam semakin banyak jenis motor maka akan semakin banyak part racingnya. Untuk itu saya mencoba mengumpulkan data berdasarkan artikel yang ada di tabloid otomotif tentang part performance yang bisa dipasang di Yamaha vixion. Untuk kali ini percobaannya dengan kombinasi part racing vixion dengan piggy back koso dan knalpot stanlee
Untuk pertama kali tentu diukur besarnya tenaga vixion standar, dengan menggunakan dynamometer sport devices milik PT. Global Motorindo. Saat terukur vixion mengeluarkan tenaga 13,1 dk/8.412rpm dan 11,56 nm/7.408rpm. saat itu motor menggunakan bahan bakar pertamax.

yamaha vixion, knalpot racing

knalpot racing stanlee

Knalpot racing menggunakan merek stanlee dan piggyback dengan merk koso yang mempunyai settingan memutar kearah kanan untuk tambahan bensin ke ruang bakar dan paling kiri adalah setelan paling miskin. Setelah dipasang maka settingan bensin pada posisi lean(paling miskin), yang tercantum di mesin dyno adalah 13,8 dk/9.331rpm, untuk torsi menjadi 11,96Nm/7.415 rpm. Kemudian memutar knop piggyback kearah kanan satu tingkat yang berarti menambah debit bensin ke ruang bahan bakar. Hasilnya tenaga kembali naik menjadi 14 dk/9.103rpm, dan torsi naik menjadi 12,1Nm/7.380rpm. kemudian settingan ketiga yaitu dengan menaikan knop piggyback ke setelan berikutnya hal ini tentunya untuk menaikkan debit bensin yang menuju ruang bahan bakar. Hasilnya adalah malah terjadi penurunan tenaga maupun torsi. Yaitu menjadi 13,8 dk/9061rpm dan torsi 11,86 Nm/7428rpm.

piggyback, yamaha vixion, knalpot racing, modifikasi

piggyback koso

Jika dilihat dari tes diatas dapat disimpulkan untuk pemakaian knalpot stanlee piggyback koso disetting pada setelan 1 step diatas lean. Karena pada setelan tersebut tingkat efisiensi dan tingkat pembakaran mendekati sempurna. Sedangan pada setelan lean atau paling bawah terdapat kecenderungan pembakaran terlalu kering, sedangkan untuk setelan ketiga terdapat indikasi bensin terlalu banyak. So untuk memodifikasi motor injeksi ternyata tidak terlalu sulit, hanya perlu part performance yang tepat dan setelan yang tepat.

Sumber:otomotif

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>