Macam dan Tipe Belt pada Mobil

belt, macam2 belt

belt

Belt atau sabuk, mungkin kebanyakan orang tidak tau apa hubungan belt ini dengan mobil. Apakah mobil juga memakai sabuk? Coba tengok mesin mobil maka dapat diliat ada sebuah karet yang terhubung ke beberapa komponen. Itu yang disebut belt, belt mempunyai fungsi yang bisa dibilang vital, karena bila putus maka AC, kelistrikan dan mesin bisa drop bahkan mati. Belt tersebut diharuskan untuk kuat, tahan lama, keras sekaligus elastis. Oleh karena itu akan dibahas beberapa tipe dan macam belt  beserta cara perawatannya.

V-belt ini merupakan belt yang biasa dipakai pada tipe mobil pada tahun lawas. Seperti pada mobil toyota kijang yang K-series, fungsinya adalah untuk memutar kompresor AC, pompa power stering, alternator, kipas dan valve. Pada tipe ini kelemahannya adalah mudah selip,berisik, rentan air, oli dan panas. Bila sudah tidak optimal lagi biasanya akan berbunyi seperti tikus terjepit.

Ribbed belt merupakan tipe terbaru pengganti dari v-belt, karena pada mobil keluaran terbaru biasanya telah menggunakan ribbed belt ini. Secara fisik dapat dilihat perbedaannya, yaitu terdapat alur-alur pada beltnya. Semakin banyak alur maka akan berkurang gejala slip,getar dan tidak berisik.

Timing belt, merupakan belt yang bertugas meyelaraskan dan menyalurkan putaran kruk as dengan noken as, sehingga proses buka dan tutup klep sesuai dengan posisi piston dan timing pengapian busi. Bisa dibilang belt ini merupakan belt terpenting pada sebuah mesin, bila putus atau rusak mesin dapat seketika mati. Oleh karena fungsinya yang vital maka timing belt ini dibuat dari material yang lebih kuat.

Untuk perawatan belt ini sangat dipengaruhi oleh panas, oli, air dan debu. Indikasi belt yang sudah mulai rusak adalah belt menjadi slip,berisik hingga putus. Untuk itu dapat dilihat spesifikasi belt itu sendiri, biasanya tergantung dari material yang digunakan. Untuk kode CR , berarti dibuat dari material chloroprene yang bisa bekerja hingga suhu 90 derajat celcius, kemudian dengan kode HR atau heat resistence. Kode ini bisa digunakan hingga 140 derajat celcius. Untuk harga tentu yang HR lebih mahal. Kemudian bila muncul bunyi segera ke bengkel untuk memeriksa ketegangan belt, laher ,tensioner dan kondisi puli. Terakhir atur kekencangan dengan jarak main 5 – 7 mm. bila kepepet dan belt telah bunyi berisik maka solusi sementara dapat disemprot dengan cairan belt dressing.

Be Sociable, Share!

2 thoughts on “Macam dan Tipe Belt pada Mobil

  1. artikel nya pas banget sama yang baru saya cari,, thx ya miin:*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>