Macam Transmisi otomatis pada mobil (part 1)

matic, transmisi

transmisi, automatic, matic

Transmisi otomatis merupakan hasil pengembangan pada transmisi manual, dimana transmisi ini mengedepankan kepraktisan dan  kemudahan dalam berkendara. Tidak seperti transmisi manual yang mengharuskan pengendara menginjak kopling terlebih dahulu untuk bisa memasukkan gigi. Pada matik pengendara tidak perlu menginjak kopling untuk memasukkan gigi, tinggal memindahkan tuas transmisi dan tinggal gas. Maka mobil akan melaju , dan untuk urusan pemindahan gigi akan berjalan otomatis sesuai dengan putaran mesin dan kecepatan mobil itu sendiri. Tidak heran saat ini transmisi matik menjadi kian populer, karena sesuai dengan kondisi jalan saat ini dimana terjadi macet dimana-mana. dan matik menjadi andalan bila harus bertemu macet, pengendara dapat mengistirahatkan kaki kirinya. Untuk itu akan lebih baik bila kita menelaah macam-macam transmisi otomatis beserta keunggulannya dan kelemahannya.

1. Transmisi otomatis konvensional

Pada prinsipnya transmisi ini menggunakan tekanan oli dan torque converter untuk menggerakkan perpindahan gigi. Pada transmisi ini seluruh perangkat terendam oli ATF(automatic transmission fluid). Contohnya bila pada posisi gigi 1 maka sesuai dengan putaran mesin yang semakin meninggi maka tekanan oli akan membuka ke katup gigi yang lebih tinggi juga dan hal ini terjadi terus sampai dengan gigi tertinggi. pada katup ini terdapat per yang fungsinya untuk menahan tekanan oli, bila tekanan oli rendah maka tekanan per akan membuat gigi pindah ke posisi yang lebih rendah. Ciri-ciri transmisi ini biasanya masih terdapat tombol O/D(overdrive) ditunjukkan pada lingkaran merah. Dan saat ini juga banyak transmisi matik yang diatur melalui elektronik. Dan biasanya tidak lagi menggunakan fitur O/D. pada transmisi ini juga terdapat fitur kick down, yaitu dengan menginjak pedal secara mendadak dan dalam maka akselerasi akan segera meningkat rasanya seperti turun pada gigi yang lebih rendah dan putaran mesin juga akan langsung meningkat. Untuk keamanan transmisi ini tidak dapat masuk ke gigi mundur, kecuali bila menekan suatu tombol (release) ditunjukkan pada lingkarang kuning. Bila dipaksa maka transmisi akan terasa loss dan terasa seperti masuk ke posisi netral. Fungsinya adalah mencegah kerusakan pada transmisi. Kelemahannya adala masih terasa efek slip kopling atau akselerasi yang tertahan, dikarenakan transmisi seluruhnya terendam oli. Salah satu contoh mobil yang memakai transmisi ini adalah nissan grand livina.

transmisi matik livina, matik konvensional, tombol O/D, release tombol,tipe konenvensional

tuas gigi grand livina

Be Sociable, Share!

2 thoughts on “Macam Transmisi otomatis pada mobil (part 1)

  1. Mlm mas , trima ksh atas info nya yg tertera di atas , cuman sy ada mau tanya lebih mendetil lg , sy pemakai mbl grand livina automatic , knapa ya lambang O/D kadang suka muncul sendiri di kilometer sy ? Dan perpindahan gigi mbl sy kok agak ngedrop ya alias suka nahan dl ? Mohon info nya ? Apa yg musti sy lakukan ? Posisi skr kilometer 65 rb . Sy beli ini bekas , dan blm sy ganti oli matic nya dan blm jg di flush . Makasi bny sebelumnya .

    • malem juga mas..untuk lambang o/d dipastikan dulu memang tombolnya yang di tuas persneling tidak tertekan. karna setau saya indikator o/d itu hidupnya secara manual.. kalo memang suka hidup sendiri mungkin lebih baik cek transmisinya secara keseluruhan. untuk perpindahan gigi yang ngdrop, tipikal transmisi otomatis memang seperti itu tapi seharusnya tidak terlalu ngedrop. kecuali masnya mengaktifkan fitur kick down yaitu menekan gas secara tiba2 dan dalam..biasanya memang putaran mesin akan ngedrop dulu baru mobil akan melaju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>