Perbedaan busi panas dan dingin

busi

busi pada mesin motor dan mobil

Pasti tau dengan yang namanya busi, benda ini biasanya terdapat pada semua mesin yang menggunakan  pembakaran atau ledakan sebagai sumber tenaga. Dan busi inilah yang bertugas untuk meledakkan bahan bakar sehingga akan menggerakkan piston. Pemakaian busi yang tepat akan meningkatkan efisiensi mesin sehingga mesin dapat bekerja optimal. Kinerja mesin sangat dipengaruhi oleh lingkungan,kapasitas mesin dan kompresi mesin.

Oleh karena itu busi pun harus sesuai dengan kharakteristik mesin yang dipengaruhi faktor diatas, maka diciptakannlah busi dingin dan busi panas. Untuk perbedaan mendasar yang dapat dilihat kasat mata adalah perbedaan pada panjang insulator yang berwarna putih, untuk busi dingin mempuyai ujung insolator yang lebih pendek dan untuk busi panas berukuran lebih panjang. Dan dari kode busi pun dapat dilihat busi ini termasuk busi panas atau dingin, sebagai contoh busi NGK dengan kode C6HSA dan CR8E. angka 6 menandakan bahwa busi ini busi panas, kemudian angka 8 menandakan bahwa busi ini tipe dingin.

Perbedaannya lagi antara lain adalah busi panas mempunyai karakter susah melepas panas dan mudah menjadi panas. Oleh karena itu busi ini tidak cocok bila bekerja pada ruang bakar yang temperaturnya tinggi. Bila dipaksakan akan terjadi preignition yaitu bahan bakar yang menyala sendiri sebelum busi memercik api. Dan bisa membuat mesin menjadi overheat, dan ditandai dengan warna busi menjadi putih pucat.

Untuk busi dingin karakternya adalah mudah melepas panas dan mudah dingin. Tidak dianjurkan untuk dipakai pada ruang bakar yang temperaturnya rendah. Bila dipaksakan akan menjadi carbon fouling yaitu bahan bakar tidak terbakar dengan sempurna sehingga akan menumpuk pada busi. Biasanya busi akan berwarna hitam kering. Dan carbon ini lama kelamaan akan menyebabkan tumpukan kerak karbon yang bisa menyebabkan detonasi atau knocking.

Berikut adalah arti kode-kode pada busi, khususnya kode pada busi dengan merek NGK dan Denso.

Busi denso dengan kode U22FSU9

U= diameter ulir busi, untuk U=10mm,X=12mm,W=14mm

22=tingkat panas busi semakin kecil angka berarti disebut busi panas, angkanya antara 20,19 dst. Semakin besar berarti busi dingin, angkanya antara 24,26 dst.

F=panjang ulir busi(E=19 mm,F=12,7 mm,L=11,2 mm)

S=tipe rancangan busi

U=elektroda samping bentuk U

9=celah inti tengah elektroda (9=celah busi 0,9 mm,10=celah busi 1 mm)

Busi NGK dengan kode CPR7HS9

C=diameter ulir busi (B=14 mm,C=10 mm,D=12 mm)

P=tipe rancangan busi

R=busi dengan resistor

7=tingkat panas busi (semakin kecil angka, antara 6,5,4 dst merupakan busi panas, semakin besar angka,antara 8,9 dst merupakan busi dingin.

H=panjang ulir busi (H=12,7 mm,E=19 mm,L=11,2 mm

S=tipe elektroda tengah (IX=iridium,G=busi racing,P=platinum,S=tembaga)

9=celah inti elektroda busi (9=celah busi 0,9 mm,10= celah busi 1 mm)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>