Review Suzuki Ertiga (Part 1)

Suzuki ertiga

suzuki ertiga GL

Suzuki ertiga saat ini mungkin menjadi kuda hitam pada persaingan kelas low mpv 4×2, saat ini ertiga mengalami kenaikan penjualan yang signifikan dan merubah peta penjualan kelas low mpv, dimana di kelas tersebut terdapat persaingan yang cukup ketat, antara lain toyota new avanza,daihatsu new xenia dan nissan evalia. Berikut adalah pengalaman pribadi bercengkrama dengan suzuki ertiga, yang pada lebaran kemarin ertiga diajak mudik ke jakarta. Dan sedikit review tentang ertiga.

Dari membaca di forum ertiga ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan dan hal yang dianggap menggangu. Biasanya pertanyaan ini diajukan oleh para indeners atau orang yang tertarik pada ertiga.

Karena ertiga masih menggunakan ac single blower, banyak orang bertanya apakah kabin terasa dingin? Hal ini juga telah mengganggu saya, dan saya buktikan dengan mudik ke jakarta dengan isi 7 orang  full. Dengan perjalanan dari jogja-jakarta sekitar 18 jam karena macet dan ternyata kabin tetap dingin, cukup distel suhu dingin dan hembusan angin pada level 2. Langsung seketika kabin terasa dingin sampai ke belakang meskipun pada siang hari. Hal ini disebabkan karena pada ertiga pihak suzuki menggunakan kompresor ac yang lebih besar, dengan analogi biasanya mobil menggunakan kompresor ac yang ½ pk, ertiga ini menggunakan kompresor ac dengan 1 pk.

Tentang irit, karena irit itu relatif saya hanya berdasarkan pada MID. Pada MID tertera konsumsi bensin jogja-jakarta sekitar 15 km/liter, itu sudah termasuk macet pada nagrek sekitar 4 jam. Hal yang yang sangat membantu perihal irit ini adalah pengemudi dapat melihat perilakunya mengemudi yang berkaitan dengan konsumsi bensin secara real time. Jadi kaki bisa “sekolah” supaya belajar dalam mengemudi yang efisien.

Perihal kenyamanan, saya bisa bilang ertiga ini sangat nyaman untuk mobil sekelasnya.  Hal ini dapat saya rasakan seketika pada pintu mobil ditutup, lansung suara dari luar sangat tereduksi menjadi senyap. Bahkan suara mesin mobil sendiri pun masih samar-samar terdengar. Hal yang cukup menggangu adalah suara ban, suara ban pada saat jalan maupun pada saat berhadapan dengan jalan jelek  sangat terdengar pada kabin. Hal ini setelah saya cek dan baca di forum, kemungkinan besar dikarenakan tipe ban yang digunakan dan kurangnya peredam pada ruang sepakbor ban. Solusinya adalah menambah peredam pada ruang ban atau dicoba mengganti ban dengan tipe lain. Kemudian untuk ban suspensi juga terasa keras dan bunyi “duk”, usut punyaa usut ternyata ini juga bersumber pada ban, ban disinyalir mempunyai  tekanan angin yang tinggi. Solusinya yang dapat mengurangi suara ban yang masuk adalah dengan mengecek tekanan angin, bila terlalu tinggi dapat langsung dikurangin atau mengganti angin dengan gas nitrogen. Dijamin ban langsung terasa “empuk”.

Diatas beberapa “catatan” dan review tentang ertiga, sebenarnya masih banyak hal-hal dan pertanyaan lain tentang ertiga ini pada artikel selanjutnya.. CMIIW

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>