Indikasi saat harus ganti oli shockbreaker depan pada motor

shockbreaker depan

shockbreaker depan teleskopik

Piranti ini merupakan piranti yang sangat penting bagi motor, tanpa piranti ini naik motor akan terasa naik gerobak.  Getaran pada permukaan jalan akan langsung terasa pada motor, yang pasti motor akan terasa sangat tidak nyaman. Untuk mengatasi itu maka dibuatlah sebuah piranti yang bernama shocbreker, shockbreker ini mempunyai masa pakai atau lifetime.  Shockbreker ini terdiri dari beberapa komponen antara lain; ada sil, per dan oli shockbreker. Nah kadang pemilik motor hanya memperhatikan sil shockbreker, khususnya pada saat sil tersebut bocor dan oli merembes dari batang shockbreker. Tetapi kadang untuk mengganti oli shockbreker pemilik motor acuh tak acuh, padahal oli shockbreker ini harus diganti secara berkala demi kenyamanan dan keselamatan berkendara. Berikut adalah indikasi saat kapan harus mengganti oli shockbreker.

Indikasi pertama adalah bila pengendara merasa shock depan terlalu menukik bila tuas rem ditekan dan pada saat itu juga shockbreker terasa lebih empuk dari biasanya. Ini dikarenakan adanya perubahan pada kualitas oli shockbreker, perubahan ini terjadi karena pergerakan shock itu sendiri. Sama seperti pada oli mesin dimana oli mesin mengalami perubahan kualitas dikarenakan seringnya oli melumasi komponen yang bergerak. Dikarenakan intensitas pergerakan oli shockbreker tidak sesering pada oli mesin maka oli shockbreker ini lifetimenya lebih lama.

Roda depan tidak stabil, indikatornya adalah roda depan terasa tidak menapak sempurna pada jalan. Kemudian terasa pada saat menikung roda depan terasa limbung atau tidak stabil, sehingga akan sangat membahayakan bagi pengendara dan solusi sementara adalah lebih baik untuk mengurangi kecepatan laju kendaraan. Penyebabnya sama seperti diatas dimana ada penurunan kualitas oli pada shockbreker.

Rebound lemah, dalam hal ini rebound adalah tendangan balik shockbreker. Yaitu gerak naik pada shockbreker bila mengalami guncangan.  Dalam hal ini shock menjadi lemah dan roda sekali lagi akan menapak tidak sempurna, disamping itu akan terasa getaran pada bagian kemudi. Karena efek peredaman shock tidak maksimal.

Sebaiknya bila mengganti oli shockbreker sebaiknya menggantinya pada sepasang shock depan, bukan salah satunya saja. Hal ini untuk menghindari  adanya perbedaan pergerakan shockbreker depan sehingga dapat menyebabkan motor tidak stabil. Dan sebaiknya juga untuk benar-benar menghitung volume oli shockbreker dengan benar dan sama, dan sebaiknya menggunakan alat ukur yang terbuat dari kaca. dan jangan lupa untuk melihat kekentalannya atau SAEnya.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>