Komponen-komponen yang terdapat pada sistem Air conditioner mobil (part 1)

kompresor AC

kompresor AC (sumber:bejubel.com)

Sekarang mobil tanpa memakai AC atau Air Conditioner sepertinya sudah sangat jarang sekali, penumpang biasanya menginginkan kabin yang sejuk dan dingin. Apalagi cuaca saat ini yang sangat panas, jadi AC mobil sudah bisa menjadi persyaratan mutlak bagi sebuah mobil. Apalagi bila AC terasa tidak dingin alias rusak, penumpang bisa uring-uringan dan akhirnya perjalanan menjadi tidak nyaman. Maka dari itu sangat disarankan untuk merawat sistem AC sehingga AC bisa awet dan bertahan dalam waktu yang lama. Untuk itu akan dibahas komponen-komponen apa saja yang ada pada sistem AC.

1. Kompresor

Merupakan komponen utama pada sistem AC, dimana semua sistem AC sangat bergantung pada komponen ini karena pada komponen ini udara dingin dapat keluar. Cara kerjanya berdasarkan tekanan, oleh karena itu tekanan ideal kompresor antara 30-35 psi dalam kondisi idle. Pada saat kompresor bermasalah sebaiknya sesegara mungkin untuk diperbaiki dan bila perlu diganti, masalah yang sering timbul adalah pressure tinggi, ngorok atau magnetic switch rusak (sering terjadi di avanza dan xenia). Dan komponen di dalam kompresor ini sifatnya ada yang bisa diperbaiki ada yang tidak bisa sehingga harus diganti.

2. Refrigerant

Ini merupakan komponen utama juga selain kompresor, dalam refrigerant ini terdapat gas freon yang biasa disebut R134 gas  inilah yang didinginkan di kompresor. Gas ini bisa dibeli dalam bentuk tabung maupun dalam bentuk botol yang siap pakai.

3. Kondensor

Gas R134 yang dikeluarkan oleh kompresor adalah berupa gas bertekanan tinggi, nah kondensor ini berfungsi seperti radiator yaitu sebagai pendingin (bentuk fisiknya pun seperti radiator). Gas ini diturunkan suhunya oleh kondensor ini sebelum masuk kedalam evaporator. Biasanya kerusakan yang terjadi pada kondensor adalah terjadi kebocoran pada slang-slang pada kondensor, solusinya adalah dengan menambalnya menggunakan las alumunium. Bila kerusakan terlanjur parah maka menggantinya merupakan solusi yang masuk akal.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>