Sekilas tentang perawatan CVT skutik

Transmisi CVT skutik

CVT skutik

Tidak dipungkiri skutik saat ini mendominasi jalan di indonesia, dengan bermacam-macam merek dan model dapat ditemuin di jalan. Kenapa skutik bisa sangat populer? Karena skutik menawarkan kemudahan, kenyamanan dan fleksibilitas. Biasanya pada skutik ini menggunakan sistem transmisi CVT, transmisi ini menggunakan belt sebagai penyalur tenaga ke roda. Jadi dapat dilihat begitu pentingnya CVT pada motor skutik,maka sudah sewajarnya CVT ini dirawat. Apalagi untuk motor skutik yang mempunyai usia diatas 5 tahun.

Pada transmisi CVT ini, sebenarnya terdapat dua komponen utama yaitu belt CVT dan Roller. Pada kedua komponen inilah yang sering bergerak sesuai dengan laju motor, maka dari itu pada kedua komponen ini biasanya lebih cepat aus daripada komponen lain.

Pada belt, sesuai dengan rekomendasi pabrikan biasanya harus segera melakukan pergantian pada saat menempuh jarak 20 ribu kilometer. Tetapi bila dilihat secara fisik terdapat pengurangan jarak lebar belt, segera ganti belt tersebut.  Maksud dari pengurangan jarak lebar belt adalah pengurangan ukuran dari sisi kiri dan sisi kanan belt dikarenakan aus. Sebagai contoh saat baru lebarnya 18,2 mm, dan bila terjadi pengurangan dari ukuran tersebut, dapat dipastikan belt tersebut aus dan harus diganti. Kemudian lihat sisi dalam belt yang terdapat kontur naik turun atau bergerigi, bila terdapat keretakan maka dapat diindikasikan belt tersebut harus segera diganti.

Untuk roller, indikasi aus juga dapat dilihat dari diamater roller itu sendiri. Bila secara fisik terdapat pengurangan diamater segera ganti roller tersebut, pengurangan itu terjadi karena ada pergerakan yang terus menerus terjadi  sehingga mengakibatkan roller menjadi aus.

Komponen lain yang bisa dicek adalah per CVT, indikasinya adalah bila tarikan terasa lambat dan gas terasa berat maka ada indikasi per CVT ini sudah tidak bekerja optimal. Kemudian cek juga secondary pulley, biasanya kerusakan terjadi pada bearingnya yang sudah aus. Yang terakhir adalah cek kampas kopling, bila terasa akselerasinya lebih lambat dari yang biasanya dan ditandai dengan raungan mesin yang lebih tinggi maka segera cek kampas koplingnya.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>