Sekilas tentang setelan klep motor

roller rocker arm

perbedaan roller rocker arm dan rocker biasa (sumber:http://proud2rideblog.com/)

Teknologi motor saat ini sangat beragam, dari mesin sampai ke hal kecil seperti spidometer. Bila kita servis ringan biasanya mekanik selalu menyetel klep pada mesin, dan ada dua klep yang harus distel yaitu klep in dan klep ex. Ini berarti proses penyetelan klep ini sangat penting, karena seiring dengan  penggunaan kendaraan maka celah pada klep bisa berubah. Bila berubah maka tenaga, torsi dan karakter mesin bisa ikut berubah, misal pada saat baru diservis gas terasa enteng dan BBM terasa irit setelah beberapa lama maka akan berubah gas menjadi berat dan BBM boros. Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh setelan klep ini, maka dari itu setiap periode tertentu celah klep ini harus stel kembali.

Pada motor masa kini pabrikan biasanya telah menggunakan roller rocker arm untuk klepnya. Nah pada motor yang telah menggunakan roller rocker arm biasanya setelan klepnya sangat rapat, sebagai contoh honda supra X 125, karisma 125 dan TVS Neo. Tetapi bukan berarti motor yang menggunakan roller rocker arm setelan klepnya sama, yang benar adalah setiap motor mempunyai setelan klep yang berbeda-beda dan yang membedakannya adalah rasio kompresi yang berbeda-beda dan sistem pendinginan pada mesin. Rasio kompresi juga berpengaruh dengan panas mesin dimana rasio kompresi yang tinggi akan membuat mesin cepat panas dan logam akan cepat memuai khususnya pada batang klep. Bila setelan klep lebih rapat dari standar mesin maka saat mesin panas maka klep akan semakin rapat, sehingga mengakibatkan timing buka tutup klep tidak optimal. Dan implikasinya adalah tenaga terasa berkurang pada putaran tinggi. Yang lebih parah bisa menyebabkan mesin mogok dikarenakan adanya kebocoran kompresi.

Ciri-ciri motor yang setelan klepnya terlalu rapat adalah bila sudah berjalan dan tiba-tiba motor mogok, bila diengkol terasa ngelos. Akhirnya bila didiamkan beberapa saat motor bisa hidup kembali, hal ini dikarenakan pada saat panas klep akan memuai dan celah akan semakin rapat sehingga mengakibatkan kebocoran kompresi kemudian setelah mesin agak dingin maka celah klep akan mengendur kembali dan motor bisa dihidupkan seperti sedia kala.

Faktor pendinginan mesin juga berpengaruh pada setelah klep ini, karena berhubungan dengan panas mesin seperti yang telah dijelaskan diatas. Kemudian setelan klep ex selalu lebih besar daripada setelan klep in, ini dikarenakan klep ex suhunya lebih panas daripada klep ini karena berhubungan dengan sistem pembuangan. Sekedar catatan untuk honda vario kompresinya mencapai 10,7:1 dan setelan klep standar pabrikan adalah untuk in 0,16 mm dan ex 0,25 mm  dengan toleransi 0,02 mm. kemudian honda beat dengan kompresi 9,,2:1 dan setelan klep pabrikan in 0,14 mm dan ex sama 0,14 mm. kemudian untuk honda new mega pro dengan kompresi 9,5 :1 dan setelan klep in 0,08 mm dan out0,12 mm. kenapa new mega pro dibuat lebih rapat karena rasio kompresi yang tidak terlalu tinggi dan sistem pendinginan yang lebih advance daripada vario dan beat.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>