Jenis-jenis Per pada Shockbreaker Belakang motor

Shockbreaker motor menggunakan tipe Per Progresif

Shockbreaker motor menggunakan tipe Per Progresif

Shockbreaker belakang mungkin tidak banyak tau jenisnya, mungkin hanya tau motor tersebut memakai monoshock atau DoubleShock. Padahal shock belakang sangat vital keberadaannya, dari shock belakang tersebut kita merasakan perbedaan pada saat motor berjalan. Karena dari shock belakang tersebut pengendara merasa nyaman dan impresi berkendara didapat. Secara gampang kita dapat merasakan nyaman atau tidak saat berkendara dengan merasakan kelembutan dan kekerasan shock tersebut. Tetapi bukan berarti shock yang lembut itu bagus dan yang keras tidak bagus, semuanya kembali pada kebutuhan. Dimana motor tersebut diperuntukan untuk kondisi seperti apa? Apakah untuk berkendara di jalan mulus, atau berkendara pada jalan yang tidak rata(off road) atau dipakai untuk balap. Tetapi pada prinsipnya shock yang benar adalah yang dapat meredam guncangan dengan pas dan memberikan kestabilan dalam berkendara sesuai dengan kondisi jalan dan peruntukannya. Untuk itu per pada shockbreaker belakang terbagi dua macam yaitu: Per Linear dan Per Progresif.

Per Linear adalah Per yang mempunyai karakteristik cenderung keras dimana biasanya diperuntukan untuk kebutuhan pada jalan yang tidak rata atau off road. Secara fisik dapat dilihat pada jarak antar ulir, dimana jarak antar ulir pada Per Linear biasanya memiliki jarak yang sama. Biasanya juga dapat dilihat secara mata telanjang, bahkan bila diukur pun mempunyai jarak yang sama. Kelemahannya adalah bila per ini dipakai untuk mengendara pada jalan yang mulus atau aspal maka akan terasa tidak nyaman karena bantingannya keras.

Yang kedua adalah Per Progresif, yaitu per atau pegas yang diperuntukan untuk mengendara pada jalan yang mulus dan sedikit jalan off road. Kharakternya cenderung lebih lembut. Cirinya adalah jarak antar ulir atau per tidak sama, dimana terdapat 2 model kerenggangan jarak antar per. Ada yang jarak ulirnya rapat dan ada yang jauh, jadi kombinasi antara jarak per yang rapat dan renggang. Per jenis ini disinyalir lebih tepat penggunaannya pada motor dengan kegiatan sehari-hari, yang kondisi jalannya berubah-ubah kadang mulus kadang jelek.

Nah bila ingin melihat karakter suatu motor, bisa dilihat terlebih dahulu pada per shocknya. Paling tidak untuk impresi pertama, ataupun bila ingin mengganti shock belakang dengan versi yang bukan standarnya lihat dulu jarak antar pernya. Dan yang penting adalah sesuaikan dengan kebutuhan.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>