Perkembangan Bohlam lampu utama motor

macam dan tipe bohlam

macam dan tipe bohlam

Sejarah lampu atau bohlam sudah dimulai pada saat Thomas alva edison menemukan bohlam yaitu tabung kaca yang bisa menghasilkan cahaya. Sejak saat itu dunia berubah menjadi terang, tidak terkecuali untuk peruntukkan kendaraan bermotor. Pada kendaraan bermotor cahaya dari bohlam digunakan pada saat perjalanan pada malam hari atau gelap. Sehingga kendaraan tetap dapat berjalan meskipun keadaan gelap. Pada awal peruntukan bohlam pada motor, bohlam tersebut sama dengan bohlam pada umumnya. Yaitu diisi dengan gas argon atau neon untuk memendarkan cahaya.

Kemudian perkembangan selanjutnya adalah bohlam halogen yaitu bohlam yang didalamnya menggunakan gas halogen. Gas halogen ini ternyata dapat memancarkan cahaya yang lebih terang daripada bohlam biasa, sehingga dirasa lebih cocok untuk menenerangi jalan pada saat malam hari. Pada motor lampu utama menjadi ‘nyawa’ pada saat malam hari, karena tanpa itu sangat berbahaya berkendara motor tanpa penerangan.

Selanjutnya bohlam pada motor berkembang lagi pada era HID (High Intensity Discharge). Pada lampu HID ini cahaya yang dihasilkan dapat lebih terang dari lampu halogen, perbedaannya dengan lampu halogen adalah pada lampu HID gas yang diisikan pada bohlam tersebut adalah gas yang bernama gas xenon. Nah pada HID ini bohlamnya tidak terlalu panas seperti bohlam halogen dan bohlam biasa, karena sifat gas xenon yang lebih dingin daripada gas lainnya. Perbedaan lainnya adalah pada bohlam HID tidak terdapat filamen(kawat kecil yang terdapat di tengah bohlam yang fungsinya untuk membakar gas), nah fungsinya digantikan oleh Ballast. Tugas ballast adalah membakar gas pada bohlam, yang biasanya pada awal lampu hidup membutuhkan voltase yang lumayan tinggi. Sehingga bila kelistrikan kurang bagus atau kurang dapat menyuplai maka aki akan tekor.

Kita bisa bilang HID lebih terang, ataupun halogen lebih terang. Untuk lebih validnya adalah dengan menggunakan satuan cahaya  yaitu Lumens. Semakin tinggi lumens biasanya akan lebih terang, sebagai perbandingan; bohlam biasa bisa menghasilkan 1.300 lumens, kemudian untuk lampu halogen bisa menghasilkan 1.350-1.500 lumens. Bandingan dengan HID yang tersedia beberapa macam tingkat lumens dari yang 3.000-12.000 lumens. Jadi semakin tinggi lumens akan menjadi lebih terang cahayanya. Untuk HID pun agak unik, karena warna cahaya yang dipancarkan berbeda-beda tiap tingkatan lumens. Semakin tinggi lumens maka warna cahaya akan berubah menjadi semakin putih kebiruan dan ungu. Whats next..setelah Bohlam HID? Kemungkinan besar adalah Bohlam Luxeon yang akan menggantikan HID, karena diklaim Bohlam Luxeon lebih terang dan lebih kecil daya yang dibutuhkan..sebenarnya sudah ada yang memodifikasi bohlam lampu depan menggunakan bohlam luxeon. Jadi tinggal tunggu saatnya aja…

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>