Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memodifikasi Mobil (Part 1)

macam dan tipe bohlam

macam dan tipe bohlam

Memodifikasi mobil sering dilakukan pemilik mobil yang biasanya kurang puas terhadap kondisi standar. Ukuran modifikasi pun sangat beragam, dari hal kecil sampai dengan merombak secara keseluruhan atau extrim. Padahal mobil standar pabrikan dibuat sudah mengalami riset dan tes secara mendalam kemudian diperhitungkan secara teliti plus minusnya. Biasanya juga pabrikan mobil telah menyesuaikan mobil dengan kondisi indonesia dan juga telah memenuhi unsur kenyamanan dan keamanan yang mumpuni. Jadi tidak mudah untuk membuat dan mengembangkan sebuah mobil, tetapi namanya juga manusia kadang tetap saja ada yang kurang nah untuk mengatasi hal yang kurang tersebut dilakukanlah modifikasi. Nah proses memodifikasi inilah kadang ada resiko yang harus diambil oleh pemilik mobil, resiko yang kemungkinan yang terjadi adalah pada kenyamanan dan keselamatan mobil. Nah berikut hal-hal yang harus diperhatikan bila ingin memodifikasi kendaraan, tetapi bila tetap dalam batasan tertentu modifikasi tidak haram dilakukan.

Dari hal kecil dulu, yang sering dibahas yaitu pergantian bohlam. Pergantian bohlam sah-sah saja, biasanya dilakukan karena kurang puas terhadap cahaya pada bohlam standar. Pergantian bohlam boleh-boleh saja sepanjang masih dalam tahap toleransi, misal watt yang digunakan oleh bohlam standar adalah 55-60 watt. Pergantian yang masih dianjurkan adalah penggunaan bohlam 75 watt, dan tidak dianjurkan untuk mengganti bohlam dengan 100 watt. tentu pergantian ini membuat cahaya lebih terang, tetapi efek jangka panjang dapat membuat mika lampu menjadi kuning dan gosong sehingga cahaya akan menjadi redup.