Seputar pengontrol kelistrikan (BCU) pada Bajaj Pulsar 180,200 dan 220F

bajaj Pulsar 200 DTS-i

bajaj Pulsar 200 DTS-i

Mungkin banyak yang tau bahwa pada motor bajaj terdapat fitur-fitur yang menarik dan beda dengan motor pabrikan lain. Antara lain sein akan mati sendiri setelah selesai belok, lampu akan berpindah sendiri bila salah satu bohlam lampu putus dll (lihat artikel teknologi bajaj pulsar 220F). nah ternyata dibalik itu ada komponen yang mengatur semua hal tersebut, komponen tersebut dikenal dengan nama BCU(Body Control Unit). Nah komponen inilah yang bertindah sebagai otak sistem kelistrikan pada varian bajaj diatas.

Pada prinsipnya BCU ini menjadi otak dan pengaman pada sistem kelistrikan, bentuknya kotak mungkin sebesar kotak korek api. Biasanya ditempatkan di belakang batok lampu, fungsi utamanya yaitu mengatur kelistrikan lampu utama, sein dan lampu indikator switch. Nah bila lampu sein, lampu utama dan indikator mati jangan divonis bahwa bohlam atau lampunya putus, ada indikasi BCU bermasalah. untuk lampu sein ternyata BCU ini berfungsi juga sebagai flasher, yaitu yang membuat lampu sein berkedip. Kemudian untuk lampu utama atau head lamp BCU bertugas untuk memindahkan arus bila salah satu bohlam putus, misal bohlam lampu dekat maka otomatis arus akan pindah ke lampu jauh. Yang terakhir BCU bertugas untuk mengatur indikator switch yang ada di setang. Jadi indikator bajaj spesial beda yang motor lain.

Nah untuk perawatan dan keamanan, sebaiknya BCU benar-benar dijaga supaya tetap berfungsi secara normal. Pertama, karena merupakan pengatur arus listrik tentu hal pertama adalah menjaga tegangan listrik dalam hal ini aki. Bila arus tidak stabil ditakutkan akan menyebabkan BCU jebol. Yang kedua adalah memasang aksesori kelistrikan yang berlebihan dan tidak aman sehingga beban listrik terlalu berat dan bisa terjadi kornslet. Nah bila BCU rusak ciri-cirinya adalah semua fungsi diatas menjadi kacau, ngaco misal lampu depan mati, tetapi bila dicek bohlamnya ternyata tidak putus. Kemudian lampu sein mati dan indikator switch juga mati.

7 thoughts on “Seputar pengontrol kelistrikan (BCU) pada Bajaj Pulsar 180,200 dan 220F

  1. kalau BCU tadi uda rusak gemna solusinya gan???

  2. kayaknya harus ganti gan..BCU itu kayak CDI, didalemnya ada sirkuit elektronik dll. setau saya belum ada yang bisa servis BCU.. kalo mau coba agan coba bawa BCU ke servis elektronik yang biasa nanganin CDI atau ECU. mungkin bisa gan..CMIIW

  3. nah klo maslah piBo ug 4 ane, lampu sein normal, cuma indikatornya kaga idup gan klo kita kasih sein,,,,,,,, REPOT JUGA kan, LAMPU SEIN idup terus, Kita kaga tau, KIra2 masalahnya apa yech gan???????/

  4. kelistrikan p1bo ane mati total…apa harus diganti gan? kalo diganti harganya berapa ya ??? ada yg tau ga?

    tapi waktu ane coba puter ban belakang dg masuk gigi 1,sempet nyala di lcd spedometer juga nyala tapi mati lagi mngkin karena bensin abis jg, setelah itu gabisa nyala lagi? ada yg bisa bantu ga ya?

  5. udah dicek akinya? BCUnya gan? mungkin salah satunya sudah rusak..CMIIW

  6. bajaj saya 200cc kalo di kontak sein, klakson dan klakson seta stater jalan semua, gimana perbaiki, serta punya skema merubah tanpa bcu

  7. kynya memang BCUnya bermasalah gan..wah saya ngga punya skeman u merubah BCU gan..mungkin kalo agan maen ke komunitas bajaj, bisa ngasih skemanya.. CMIIW

Comments are closed.