Perbedaaan Sistem Injeksi pada Motor Honda Supra-X 125 Helmin, Yamaha Jupiter Z1 dan Suzuki Shooter 115Fi (part 2)

Yamaha Jupiter Z1

Yamaha Jupiter Z1

Yang kedua adalah motor bebek dari Yamaha, yaitu Yamaha Jupiter Z1. Pada motor ini sensor-sensor boleh dibilang paling lengkap yaitu sensor TPS(Throttle Position Sensor), IAPS(Intake Air Pressure Sensor), IATS(Intake Air Temperature Sensor), CKP(Crankshaft Position Sensor), ETS(Engine Temperature Sensor) dan O2 Sensor. Kelebihan dari sistem Injeksi Yamah ini adalah sensor yang dimiliki lumayan lengkap sehingga “input” yang diterima ECU lebih lengkap dan presisi. Sehingga semua sistem berjalan otomatis tanpa perlu ada settingan manual. Kekurangannya adalah sistem ini akan lebih susah untuk diupgrade karena banyaknya sensor yang harus di setting dan dipikirkan, dan bila rusak tentu akan lebih mahal untuk mengganti sistem injeksinya. Dan untuk kondisi stationer sudah diatur langsung oleh ECU.

Yang ketiga adalah motor Bebek dari Suzuki, yaitu Suzuki Shooter 115 Fi. Pada motor suzuki ini ternyata masih memakai sistem injeksi konvensional. Sensor-sensornya antara lain adalah TPS, EOT,CKP. Dimana pada sistem injeksi motor ini masih terdapat setelan untuk mengatur stationer mesin, dan udara yang masuk pun tidak dicek dulu oleh sensor O2. Kekurangannya adalah pada sistem injeksi ini masih adanya setting “manual” tidak otomatis, kemudian sensor yang ada masih sedikit yang mengakibatkan “input” yang diterima ECU kurang lengkap dan Presisi ,akibatnya tentu performa yang tidak maksimal dan efisiensi yang belum maksimal. Kelebihannya jelas dengan sistem injeksi konvensional maka biaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*