SERBA-SERBI POWER STEERING (Part 1)

Power Steering

Power Steering

Hari gini Mobil baru tanpa PS? Mungkin seiring perkembangan zaman juga bisa merubah pola pikir orang, dulu mungkin PS masih jarang didengar dan orang belum tau fungsinya. Sekarang rata-rata mobil baru keluaran pabrik sudah tersematkan PS sebagai fitur standar, tanpa PS mungkin mobil seperti sayur tanpa garam…  Sebelum ada PS setir hanya dibantu oleh kekuatan tangan pengemudi, kemudian muncul Power Steering hidrolis dengan bantuan kekuatan tekanan oli, nah setelah muncul EPS lambat laun power steering hidrolis berkurang dan sekarang diganti secara elektronik, meskipun masih ada jenis power steering yang semi elektronis yaitu power steering yang masih memakai kombinasi elektris dan hidrolis. Nah berikut ini akan kita bahas tentang Power Steering secara singkat

Untuk pembahasan pertama lebih baik kita melihat sejarah dari Power Steering itu sendiri, tujuan dibuat power steering sebenarnya untuk membantu pengemudi dalam membelokan roda. Bila tanpa power steering pengemudi biasanya memerlukan tenaga extra untuk membelokan roda apalagi pada saat diam dan kecepatan rendah. Dengan Power Steering pengemudi mendapat “kekuatan” tambahan dalam membelokan roda, intinya setir jadi lebih ringan.

Power Steering Hidrolis pertama kali dipatenkan pada tahun 1900 oleh Robert Twyford, kemudian disempurnakan oleh Francis Davis dan Charles Hammond. Dan mobil yang pertama kali memakai Power Steering Hidrolis adalah Chrysler. Cara kerja Power Steering Hidrolis adalah dengan memanfaatkan putaran mesin untuk menggerakkan pompa power steering melalui belt, kemudian oli didalam sistemnya menjadi bertekanan tinggi kemudian tekanan tinggi tersebut membantu putaran kemudi. Jadi secara prinsip butuh Power Steering butuh slang bertekanan tinggi  untuk dapat menjadi saluran oli menggerakkan kemudi. Kelemahannya adalah karena mengandalkan tekanan tinggi maka selang akan menjadi rentan bocor, kemudian gigi pada pemutar pompa sering rusak. Untuk kebocoran oli biasanya bisa dilihat secara fisik dan untuk gigi pemutar pompa yang rusak ciri-cirinya bunyi denggung bila setir dibelokkan. Untuk perawatan Power Steering Hidrolis sebenarnya cukup mudah hanya sering mengecek volume oli dan ganti olinya secara rutin.