SERBA-SERBI POWER STEERING (Part 2)

Elektronik Power Steering(EPS)

Elektronik Power Steering(EPS)

Elektronik Power Steering (EPS) merupakan generasi saat ini dari Power Steering, yaitu power steering sistem kerjanya secara elektronik atau komputerisasi. Meskipun ada yang masih semi elekronik seperti yang disebutkan diatas. Nah yang semi elektronik ini sebenarnya masih disebut dengan Elektronik Power Steering(EPS) karena pada dasarnya masih mengandalkan sistem elektris, tetapi sistemnya merupakan kombinasi antara elektris dan hidrolis. Masih mengandalkan pompa dan tekanan oli untuk membantu kemudi tetapi menggunakan elektronik untuk menggerakkan pompanya. Generasi terbaru sekarang adalah Elekronik Power Steering yang full elektronik jadi tidak dibutuhkan lagi pompa hidrolik,belt dan oli, digantikan oleh motor elektris untuk mengerakan kemudi. Pada EPS komponen utamanya adalah rack setir untuk menggerakkan kemudi,motor elektris untuk membantu rack menggerakkan setir dan ECU khusus EPS yang mengatur pergerakan motor elektris. Maka dari itu dengan EPS bisa diatur berat dan ringan setir sesuai dengan kondisi jalannya, bila dalam kecepatan rendah setir terasa ringan kemudian bila dalam kecepatan tinggi setir dibuat berat (faktor keamanan). Kelebihan dari EPS ini barang tentu adalah komponen Power Steering menjadi lebih ringan dan ringkas karena tidak adanya pompa hidrolis,tidak menggunakan oli dan belt. Sehingga perawatan menjadi lebih mudah dan gampang malah tidak perlu dirawat secara rutin, tetapi hanya perlu perlakukan khusus dalam menggerakan kemudi(jangan menggerakan kemudi pada saat mesin mati dan diam). Kelemahan dari EPS ini adalah bila terlanjur rusak maka perlu biaya yang lumayan besar dan tentunya lebih sulit dalam perbaikannya. Bila rusak biasanya akan muncul secara terus menerus tanda EPS atau simbol setir di dashboard, bila rusak segera ke bengkel yang mumpuni dalam EPS.

Oh iya untuk penempatan unit EPS ini terdapat dua versi, yaitu ditempatkan pada batang setir dan ditempatkan pada rack setir. Secara garis besar tidak ada perbedaan dalam sistem kerja hanya perbedaan penempatan saja. Oh iya lagi bila EPS rusak bukan berarti setir tidak dapat digerakkan, setir tetap bisa bergerak normal tetapi setir akan menjadi lebih berat dari biasanya. CMIIW