Masalah yang sering terjadi pada kawasaki ninja 250R (part 2)

tutup tangki bensin

tutup tangki bensin model flat

Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan adanya kecenderungan takometer yang mati pada kawasaki ninja 250 dan Masalah kedua yang sering muncul adalah seal shockbreker depan yang sering bocor. Indikatornya adalah adanya oli atau rembesan oli pada shockbereker depan, penyebabnya adalah kemungkinan besar adanya kotoran atau debu yang menempel pada shockbreaker. Untuk solusinya tidak lain adalah segera mengganti seal shockbreaker  yang bocor tersebut. Tetapi sebaiknya lebih baik mengganti seal pada kedua shockbreaker tersebut, kemudian juga diikuti mengganti oli shockbreakernya. Untuk takaran oli shockbreakernya sebaiknya pas tidak kurang tidak lebih yaitu 360cc, dan jangan lupa untuk mengisi oli dengan spesifikasi memang untuk oli shockbreaker. Continue reading

Masalah yang sering terjadi pada kawasaki ninja 250R (part 1)

kawasaki ninja 250R, ninja 250, motor sport, part pengganti, alternatif

kawasaki ninja 250R

Motor yang menggebrak pasar motor sport di indonesia dan menjadi motor sport berfairing dua silinder pertama yang diluncurkan di indonesia adalah kawasaki ninja 250R. Dilincurkan pada tahun 2008 dan praktis tidak ada persaingan pada motor ini, dan dengan segudang teknologi, tenaga,model sport yang menawan maka ninja 250R ini bisa dibilang sangat laris di pasaran. Namun tidak ada gading yang tidak retak, ada beberapa masalah yang sering timbul pada motor ini tetapi semuanya bukan termasuk masalah yang berat dan ada solusinya. Continue reading

Seputar Wheel Aligment dan pengertian TOE, CAMBER dan CASTER (part 2)

CASTER pada wheel alignment atau spooring

CASTER pada wheel alignment atau spooring

Kedua adalah CASTER, caster adalah kemiringan sumbu putar kemudi terhadap garis vertikal jika dilihat dari samping mobil. Pada caster ini juga terdapat dua macam caster yaitu caster positif dan caster negatif, untuk caster positif adalah bila roda tersebut kemiringannnya  kebelakang bila dilihat dari samping. Dan kebalikannya bila kemiringan roda tersebut ke arah depan bila dilihat dari samping maka disebut dengan caster negatif. Bila caster terlalu positif maka efeknya adalah saat belok setir menjadi lebih  berat dan terasa lebih bergetar. Continue reading

Seputar Wheel Aligment dan pengertian TOE, CAMBER dan CASTER (part 1)

wheel_alignment toe in dan toe out

wheel_alignment toe in dan toe out

Kata wheel aligment mungkin masih jarang terdengar di telinga kita, apakah itu wheel alignment? Tetapi bila mendengar kata-kata spooring mungkin lebih familiar. Nah wheel aligment merupakan kata lain dari spooring di indonesia. Spooring atau wheel aligment ini pada dasarnya merupakan proses setting keempat roda supaya kembali pada posisi dan setelan normalnya dan handling menjadi lebih baik. Karena pada keempat roda ini rentan terjadi perubahan geometri maupun posisi yang membuat pengendalian dan kenyamanan kendaraan menjadi berkurang, nah spooring inilah yang mengembalikan kenyamanan dan handling seperti biasanya.  Pada proses spooring biasanya ada 3 hal yang sangat diperhatikan yaitu TOE, CAMBER dan CASTER, karena sebelum melakukan penyetelan maka roda dicek dan dilihat seberapa jauh melenceng dari standar pabrikan nah ketiga hal inilah biasanya yang lebih diutamakan daripada setelan yang lain. Continue reading

Masalah-masalah transmisi matik dan cara mendeteksinya(Part 2)

tuas matik model gate

tuas matik model gate terios

Bila telah melakukan pengecekan diatas dan body mobil tidak bergerak sama sekali maka dapat diasumsikan tekanan oli sudah menurun atau tidak berfungsi, sehingga tidak mampu menggerakan roda. Deteksi awal permasalahan ada pada valve body dan torque converter, kemudian bisa juga disebabkan kualitas dan viskositas oli yang menurun. Kemudian bila mengecek kondisi oli langsung dengan menggunakan dipstik kemudian dilihat dan dirasakan secara langsung maka bila oli menghitam, keruh dan sedikit bau gosong. Maka dapat dicurigai bahwa adanya pelat kopling dan pelat gesek yang hangus. Dan kesemuanya bisa disebabkan kualitas oli yang jelek dan volume oli yang kurang atau minim. Continue reading