Beasiswa siswa SMP kembali menjadi perhatian di ibu kota setelah politikus PSI Dedek “Uki” Prayudi menyalurkan bantuan kepada puluhan pelajar berdomisili Jakarta Selatan. Penyaluran digelar Rabu, 9 September 2026, menyusul keluhan keluarga yang kesulitan menanggung biaya kelanjutan sekolah anak.
Kegiatan berlangsung di Kantor DPD PSI Jakarta Selatan dan dihadiri Ketua DPD Jakarta Selatan Patriot Muslim. Program yang disebut “Dedek Prayudi Bagi-Bagi Beasiswa” diarahkan agar anak usia SMP tidak terpaksa berhenti belajar hanya karena persoalan uang.
Alasan penyaluran di tengah beban biaya
Dedek menekankan pendidikan sebagai fondasi masa depan. Menurutnya, masih banyak pelajar yang hampir terhenti di tengah jalan lantaran biaya yang tidak terjangkau. Bantuan ini diposisikannya sebagai kepedulian langsung, bukan sekadar wacana musiman.
Ia menambahkan bahwa kerja politik seharusnya berlanjut setelah kontestasi pemilu. Bentuknya, kata dia, lewat program yang terasa manfaatnya di tingkat warga, termasuk dukungan biaya bagi siswa SMP di wilayah Jakarta Selatan.
Lokasi acara dan pihak yang mengawal
Titik kumpul penerima berada di kantor DPD PSI Jakarta Selatan. Kehadiran Patriot Muslim sebagai ketua DPD setempat menandai pengawalan internal partai terhadap jalannya penyaluran. Suasana acara bersifat seremonial singkat dengan fokus pada penyerahan bantuan kepada puluhan siswa.
Peserta merupakan pelajar SMP yang domisilinya tercatat di Jakarta Selatan. Data individual siswa tidak dijabarkan secara terbuka pada ringkasan kegiatan, namun skala “puluhan” menegaskan cakupan lokal yang terukur, bukan program nasional massal.
Angka putus sekolah di DKI sebagai konteks
Persoalan putus sekolah di Jakarta belum hilang. Mengutip data Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta, tercatat 746 siswa putus sekolah di berbagai jenjang sepanjang 2025. Angka itu menjadi latar mengapa bantuan biaya di tingkat SMP dianggap relevan.
Meski beasiswa satu kali tidak otomatis menutup seluruh celah, langkah setempat seperti ini sering dilihat sebagai penahan sementara agar siswa tidak langsung keluar dari sistem formal. Pemantauan lanjutan dari sekolah dan keluarga tetap dibutuhkan agar bantuan benar-benar dipakai untuk kebutuhan pendidikan.
Makna praktis bagi keluarga penerima
Bagi orang tua berpenghasilan pas-pasan, iuran, transportasi, dan perlengkapan sekolah sering menumpuk bersamaan. Beasiswa yang diterima siswa SMP dapat meringankan pos-pos tersebut, setidaknya pada periode berjalan, sehingga risiko anak berhenti di tengah semester berkurang.
- Fokus penerima: puluhan siswa SMP domisili Jakarta Selatan
- Inisiator: Dedek “Uki” Prayudi (PSI)
- Lokasi: Kantor DPD PSI Jakarta Selatan
- Konteks data: 746 siswa putus sekolah di DKI pada 2025
Dedek menegaskan komitmennya agar politik membawa dampak konkret. Di sisi warga, yang dinantikan berikutnya adalah kejelasan mekanisme seleksi, durasi bantuan, serta apakah program serupa akan diulang pada semester atau tahun ajaran berikutnya.
Secara keseluruhan, penyaluran beasiswa siswa SMP di Jakarta Selatan pada 9 September 2026 menempatkan isu biaya pendidikan kembali ke permukaan. Dengan angka putus sekolah DKI yang masih tercatat ratusan pada 2025, inisiatif lokal semacam ini menjadi salah satu respons cepat sambil kebijakan yang lebih luas terus diuji efektivitasnya.
Sumber: Sindo News.
