OTOMOTIF
Indeks
Tips

Operasi Udara Ditahan, Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Masih Fokus Laut

Pencarian terhadap lima jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kedua tanpa pengerahan penuh jalur udara. Polda Banten menegaskan operasi saat ini masih bertumpu pada penyisiran laut di sekitar Gunung Anak Krakatau, Kabupaten Pandeglang, sembari memantau perkembangan cuaca dan aktivitas vulkanik.

Kelima awak media tersebut kehilangan kontak saat meliput aktivitas gunung di wilayah perairan yang rawan erupsi. Tim SAR gabungan terus bergerak, namun Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki menekankan bahwa penerbangan di kawasan pusat erupsi belum menjadi opsi utama sampai kondisi dinilai aman.

Pertimbangan cuaca dan erupsi menahan jalur udara

Hengki menjelaskan, hingga Rabu (9/9/2026), operasi udara belum dijalankan secara penuh. Penerbangan di kawasan itu dinilai berisiko karena aktivitas erupsi Anak Krakatau masih berlangsung. Fokus penyisiran diarahkan ke jalur laut agar personel dan peralatan tetap terkendali.

Menurutnya, keputusan metode pencarian tidak bisa dipisahkan dari situasi vulkanik di lokasi. Keselamatan tim terpadu menjadi prioritas sejajar dengan upaya menemukan rekan-rekan media yang belum diketahui keberadaannya.

Posko antemortem dan dukungan medis disiapkan

Polda Banten memastikan dukungan operasi SAR terus berjalan. Dokkes Polda Banten mendirikan posko antemortem untuk kesiapan mitigasi medis bagi personel yang bertugas di lapangan. Langkah ini diambil agar respons kesehatan tetap sigap selama pencarian berlangsung.

Hengki menegaskan pihaknya akan bekerja keras menemukan para jurnalis. Ia juga mengingatkan seluruh unsur yang terlibat agar mematuhi zona aman yang ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Radius tiga kilometer residual larangan mendekat

PVMBG telah mengimbau agar aktivitas pelayaran maupun kunjungan tidak mendekati kawah dalam radius kurang dari tiga kilometer. Jarak aman baru berlaku di luar batas tersebut. Mendekat terlalu dekat dinilai berbahaya selama erupsi masih aktif.

Pengawasan pesisir diperkuat melalui jajaran Polsek, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Imbauan turut disebarkan lewat media sosial agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah terkait erupsi yang masih berlangsung.

Empat SRU perluas cakupan penyisiran laut

Pada hari kedua, tim SAR gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit. SRU 1 mengerahkan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sekitar 68,3 nautical mile dan spacing 3 NM. SRU 2 memakai KAL Anyer untuk jarak rencana 69,5 NM dengan spacing serupa.

SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan target sekitar 67 NM dan spacing 1 NM. SRU 4 mengerahkan RIB 02 Banten untuk menyisir perairan sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang, area yang masuk evaluasi operasi sebelumnya.

  • Personel: Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, TNI-Polri, pemda, Balawista, nelayan, serta masyarakat
  • Sarana: KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, sejumlah RIB, rescue car, truk personel, drone thermal, serta peralatan medis dan komunikasi

Koordinasi lintas unsur terus dijaga agar cakupan laut semakin luas tanpa mengabaikan batas radius aman. Masyarakat diminta tidak mendekati zona berbahaya dan mengikuti informasi resmi selama pencarian lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda berlanjut.

Sumber: Liputan6.

Tag: jurnalis hilang, Selat Sunda, Anak Krakatau, Polda Banten, tim SAR, pencarian laut, erupsi gunung, zona aman