PT Brantas Abipraya (Persero) memperkuat fondasi pertumbuhan lewat peningkatan mutu sumber daya manusia yang terukur. Langkah konkretnya adalah penyelenggaraan sertifikasi kompetensi MSDM secara gratis bagi 100 peserta terpilih, digelar di Jakarta sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan.
Fokus pada sertifikasi kompetensi MSDM menandai arah investasi jangka panjang pada human capital, bukan sekadar formalitas ijazah. Kesempatan dibuka tidak hanya untuk Insan Abipraya, melainkan juga mahasiswa serta mitra kerja agar ekosistem tenaga profesional di bidang manajemen sumber daya manusia makin luas dan berstandar.
Skema seleksi dan kuota peserta
Antusiasme publik terhadap program ini cukup tinggi. Sekitar 300 orang mendaftar, lalu 100 peserta lolos ke tahap sertifikasi setelah melalui seleksi. Perusahaan menekankan bahwa kuota dialokasikan bagi mereka yang siap belajar dan berkomitmen menuntaskan proses uji kompetensi.
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal PT Brantas Abipraya (Persero), Purnomo, menegaskan sertifikasi diposisikan sebagai investasi membangun human capital yang kompeten menghadapi tantangan industri. Menurutnya, tujuan utama bukan mengejar selembar sertifikat, melainkan memastikan peserta mampu menerapkan standar profesional di tempat kerja.
Manfaat bagi karyawan, mahasiswa, dan mitra
Dengan membuka akses lintas kelompok, program TJSL ini diharapkan memperluas dampak pengembangan kompetensi di luar dinding perusahaan. Mahasiswa mendapat jembatan menuju pengakuan keahlian resmi, sementara mitra Brantas Abipraya dapat menyelaraskan praktik pengelolaan SDM dengan standar yang diakui lembaga sertifikasi.
Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya membangun rantai nilai SDM yang saling menopang: internal perusahaan tetap diperkuat, dan lingkungan sekitar ikut naik kelas. Hasilnya diharapkan berupa tenaga kerja yang lebih siap, terukur, dan mudah diverifikasi kompetensinya oleh industri.
Dukungan pemangku kepentingan di pembukaan
Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah pihak terkait pengembangan human capital dan pengawasan program sosial BUMN. Hadir antara lain RR. Lieke Roosdianti, Direktur Eksekutif Forum Human Capital Indonesia; Fahrudin Mutamin, Koordinator Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BP BUMN; serta Rini, Ketua LSP HCMI.
Kehadiran forum human capital, unsur pembina BUMN, dan lembaga sertifikasi profesi menegaskan bahwa jalur kompetensi yang ditempuh peserta mengacu pada skema yang sah dan dapat diakui secara profesional. Kolaborasi ini juga memberi sinyal bahwa penguatan SDM BUMN karya tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan ekosistem nasional.
- Sertifikasi Kompetensi Kerja bidang Manajemen Sumber Daya Manusia
- Kuota 100 peserta dari seleksi sekitar 300 pendaftar
- Pembiayaan melalui program TJSL perusahaan
- Peserta mencakup karyawan, mahasiswa, dan mitra
Arah investasi human capital ke depan
Bagi Brantas Abipraya, mutu SDM ditempatkan sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Sertifikasi yang terukur memberi kerangka objektif untuk menilai kesiapan individu, sekaligus mendorong budaya belajar yang konsisten di dalam organisasi dan di kalangan mitra.
Program serupa berpotensi menjadi model perluasan manfaat TJSL di sektor konstruksi dan infrastruktur, asalkan seleksi tetap ketat dan materi uji relevan dengan kebutuhan lapangan. Dengan 100 peserta yang sedang menempuh sertifikasi, perusahaan menaruh harapan pada lahirnya praktisi MSDM yang mampu menjawab tuntutan tata kelola tenaga kerja modern.
Secara keseluruhan, inisiatif ini mempertegas bahwa penguatan kompetensi bukan biaya semata, melainkan modal strategis. Ketika karyawan, mahasiswa, dan mitra sama-sama mendapat akses yang adil terhadap sertifikasi resmi, kualitas ekosistem SDM di sekitar BUMN karya berpeluang naik secara bertahap dan terukur.
Sumber: Sindo News.
